Cerita Panas Wild Love???? – Part 45

Cerita Panas Wild Love???? – Part 45by on.Cerita Panas Wild Love???? – Part 45Wild Love???? – Part 45 Helaan nafas panjangku akhirnya kembali normal, ku buka pintu kamar orang tuaku. Kleeeeeeeeek…. dan kulihat sesosok wanita keturunan jepang dengan pakaian kebaya hitam dengan belahan dada sangat rendah berhiaskan jarit bermotif batik keris sedang duduk bersimpuh disamping kanan kepala suaminya. Kebaya yang sangat ketat atau bisa dibilang sangat seksi sekali, […]

multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-5(1) multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-7 multixnxx- Rena Arai Yuzuha Takeuchi Rena Arai Yu-12Wild Love???? – Part 45

Helaan nafas panjangku akhirnya kembali normal, ku buka pintu kamar orang tuaku. Kleeeeeeeeek…. dan kulihat sesosok wanita keturunan jepang dengan pakaian kebaya hitam dengan belahan dada sangat rendah berhiaskan jarit bermotif batik keris sedang duduk bersimpuh disamping kanan kepala suaminya. Kebaya yang sangat ketat atau bisa dibilang sangat seksi sekali, rambutnya di sanggul dibelakang kepalanya. Dengan wajah sedikit cemberut dia menyuruhku segera mendekatinya. Jari telunjuknya naik turun mengisyaratkan agar aku lekas mendekatinya.

berdiri disitu… ucap Ibu menunjukan posisi dimana aku harus berdiri. Tepat di samping kepala Ayahku.

Bu, pelan nanti kalau dia bangun bagaimana? Arya siap dihukum tapi tidak begini juga bu ucapku sedikit memelas

Banyak bicara kamu arya! Dasar lelaki!

Takut ya?! Bukannya kamu sudah janji mau melindungiku? ucap Ibu tegas.

Aku menganggukan kepala dan menunduk dengan wajah bersalahku. Namanya juga berdiri dan Ibu duduk bersimpuh sekalipun aku menunduk, tetap saja aku bisa melihat wajah Ibu. Tiba-tiba tangan halus ibu nan putih mengelus-elus dedek arya di dalam celana kolorku. Aku sedikit terkejut, spontan aku memegang tangan ibu dan mencoba mencegahnya. Maklum, rasa takut sudah level 99.

bu… bisiku

kamu itu dihukum, beraninya pegang tanganku, taruh tanganmu dibelakang ucap Ibu dan aku menurutinya dengan raut wajah yang masih sama

Ibu cemburu…. ucapnya, aku hanya menunduk

bukan karena kamu bermain dengan banyak wanita, hanya saja kamu selalu memanggil mereka dengan sebutan mesra. Sedangkan denganku, kamu selalu memanggilku dengan sebutan itu-itu saja. Dan hanya ada tambahan sayang cinta, dan itu membuatku terkadang bosan

Kamu tidak pernah punya panggilan sayang khusus buatku, itu yang membuat aku sangat cemburu ucapnya. Tanganya mulai meremas batang dedek arya yang tercetak.

Ampuuun vaginawatiku, ampuuun…. aku benar-benar minta ampuuuun ucap dedek arya

Dasar kamu bisanya menjilat bathinku terhadap dedek arya

kamu tahu, Aku juga ingin merasakan kebahagiaan dengan kamu memanggilku dengan panggilan sayang tapi kamu tidak pernah memanggilku dengan sebutan itu lanjutnya

Tapi bu, aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan Ibu ucapku pelan

Owh gitu ya… jadi kamu lebih suka sama echa, ima, maya gitu atau erlina? ucap Ibu

bukannya begitu bu itu anu… e… itu….

Baiklah, arya harus panggil ibu apa? lanjutku

Diah, aku ingin kamu panggil aku diah, itu membuatku merasa bahwa aku benar-benar kekasihmu ucap Ibu

Eh… aku terkejut dan diam sesaat

Di… di… Diah… ucapku pelan

Iya, mas arya ehemm…. ucapnya sambil tersenyum kepadaku, membuatku sedikit lega

Bu… eh… diah, di luar saja… pintaku

owh… tenang mas, dia sudah aku kasih obat kok kang mas

Kalo kang mas mau teriak, teriak saja ndak bakalan bangun, wong obatnya saja dosis tinggi kang mas ucap Ibu. suasana berubah menjadi sangat horny dan penuh nafsu, apalagi pakaian Ibu yang sangat aku idam-idamkan. Kebaya hitam seksi, selain memperlihatkan belahan dadanya juga melihatkan bahunya yang putih mulus. Aku mulai terangsang dengan sentuhan-sentuhan lembutnya.

Diah emmmh… boleh aku panggil kamu dengan sebutan dinda juga kan? ucapku

boleh kang mas, boleh diah seneng kalau dipanggil dinda ucap Ibu

jangan panggil aku kang mas, aku ndak suka, aku bukan dia ucapku

oh… maaf sayang, kanda saja ya, muach…. ucapnya sambil mencium dedek arya. kucoba memegang tangannya dan langsung ditepisnya

Kanda masih dalam hukuman, kanda pokoknya harus nuruti dinda malam ini ucap Ibu

Eh… iya, ufthhh… kanda krasa enak banget sssshhhh… ucapku pelan

Dengan gerak cepatnya, ibu meloloskan celanaku. Dilorotkannya hingga bagian bawah, dengan satu dua gerakan kakiku celana itu terlepas dari kakiku. Dedek arya kini mematung dan mengacung ke arah wajah Ibu.

Ayo diah, dindaku… ucapku merajuk dan memohon kepadanya

E e e e… minta ijin dulu sama yang dibawah kanda, masa ndak ijin dulu, ndak enak to ya ucap Ibu. Ergh… bikin suasana kacau saja ini tubuh bernyawa yang lagi asyik tidur

Woi, mahesa mulai sekarang dan seterusnya jangan pernah sentuh kekasihku ini, adindaku ini, sekarang kamu cukup menjadi pasangannya tapi untuk cinta dan kasih sayangnya hanya denganku ucapku sambil melihat kebawah tampak senyum Ibu terbuka lebar

Iiih kanda sekarang galak, masih dihukum kok galak, ndak boleh galak, pelan-pelan ucap Ibu

Aduh… ucapku, aku kemudian berimpuh, ku ucapkan pelan suaraku tepat di depan wajah Ayahku

Romo, arya harap romo mengijinkanku menjadi suami Ibu, dengan catatan romo jangan pernah menyuentuhnya lagi, dan dinda kamu harus menjaga agar kamu tidak disentuh olehnya ucapku pelan

Iya kanda, sekarnag kanda berdiri lagi, tangannya dibelakang, ingat kanda sedang dihukum ucap Ibu

Aku kemudian berdiri kembali seperti semula dengan tangan berada di belakang. Kepala Ibu kemudian maju perlahan, dibukannya mulutnya dan dijulurkannya lidahnya. Lidahnya kini bermain-main di ujung dedek arya, sensasi yang luar biasa. Ditambah lagi, kegiatan yang dilakukan Ibu berada tepat diatas wajah Ayah.

Owgh Diah. Kanda suka jilatanmu diah, hukum kanda karena terlalu mesra dengan yang lain ucapku meminta

hmmm… kanda janji ya jangan panggil sayang-sayang lagi sama yang lain ucap Ibu yang kemudan menjilati lubang kecil di ujung dedek arya

Iya diahku, dindaku owghh… kulum dinda, kanda sudah kangen dikulum, kulum kontol anakmu dengan bibir manism bu ucapku

Kanda ndak boleh minta aneh-aneh, sekarang kanda sedang dihukum, ingat itu ya! ucap Ibu sedikit membentak

Aku hanya mampu terdiam menerima perlakuan Ibu. Tak bisa aku meminta, dan hanya mampu menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ibu. ku pandangi wajahnya yang juga memandangi wajahku, Ibu tersenyum manja kepadaku. Tangan kananya sedikit mengocok batang dedek arya, dan lidahnya masih menari-nari di ujung dedek arya. pemandangan yang selama in imembuatku rindu, kebayanya. Dibuka mulutnya semakin lebar, dan dimasukannya helm dedek arya kedalam mulutnya. kepalanya maju mundur, bibir indahnya mengusap helm dedek arya.

Owghh… nikmat sekali bunda, hukum arya bunda hukum kanda… arghhh…. rintih kenikmatanku

Kepalanya semakin maju menandakan mulut indahnya mulai melahap sebagian batang dedek arya. dan itu sudah maksimal, karena tak bisa keseluruhan batang dedek arya bisa masuk ke dalam mulutnya. kepalanya maju mundur, terlihat sekali ketika kepalanya mundur bibirnya tampak mancung menberikan sedotan kuat pada batang dedek arya. tangan kirinya mengelus-elus bagian bawah zakarku, membuat aku semakin ON FIRE FIRE FIRE. Semakin lama, semakin basah batang ddek arya dengan denga air liur Ibu, beberapa tetes air liurnya menetes kebawah dan jatuh di kening ayah, ada juga yang jatuh tepat dibibirnya. Sensasi yang luar biasa.

Aku hanya mampu mendesah, tak berani aku berakta-kata. Hukuman paling nikmat yang pernah aku rasakan. Kepalanya smeakin cepat bergoyang, sedotannya semakin kuat, lidahnya selalu menyapu-nyapu bagian bawah batang dedek arya.

Owghh… dinda diah, kanda mau keluar sayangku, owgh…

Diaaaaaaah… kanda keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar…. ucapku sedikit berteriak

Croot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Spermaku akhirnya keluar dimulutnya, dilepaskannya kulumannya. Dengan salah satu tangannya menengadah di bawah dagunya menjaga jika ada yang terjatuh. Dibukanya mulutnya lebar dan diperlihatkannya kepadaku, sedikit encer tapi ada beberapa yang masih kental. Ditelannya yang berada dalam mulutnya dan tapi ada kejadian dimana Ibu menjatuhkan sedikit kewajah Ayah.

Aduh mahesa maaf, itu tuh anak kamu nakal sekali masa Ibunya suruh ngulum kontolnya, dicrotin dimuka kamu lagi, ndak papa ya mahesa… biar kamu tahu rasa

Kanda juga nakal, ngecrot sembarangan masa dimulut ibu kamu sendiri ucap Ibu

Dinda kok tambah nakal bicaranya ucapku

Biar, kanda tahu rasanya dinakali sama dinda ucap Ibu dengan senyum nakal

Ibu kemudian menyuruhku berdiri diatas kepala Ayah. Ibu kemudian merangkak tepat di atas wajah Ayah, tapi terlebih dulu Ibu menyingkap jaritnya hingga di pinggangnya. Ibu kemudian menoleh kearah belakang dan memandangku. Aku tahu maksudnya.

Kakanda, sekarang kakanda hanya boleh pakai tangan kanan saja ndak boleh lebih, sama mulut kanda. Ingat kalau lebih, kita selesai sekarang! ucap Ibu sedikit membentak.

Aku hanya mengangguk mengiyakan apa perintah Ibu. Posisi kedua paha Ibu tepay berada di samping kanan kiri leher Ayah. Vaginanya telrihat sangat indah, merah merekah seperti tidak pernah digunakan saja. Aku kemudian memajukan kepalaku dan dengan tangan kananku aku buka bibir vaginanya.

Diah, tempikmu selalu membuat aku kangen sayang, slurrrrpp…. ucapku dan langsung menyosor vaginanya. Memang sedikit sulit denganposisiku sekarang ini, tidak bisa mengeksplor keseluruhan vagina Ibu.

owghhh… lihat mahesa, anakmu sedang memberiku kasih sayang aku yang tidak pernah kamu berikan kepadakuhhh.. arghhh… kanda owghhh…. terus masukan jari kakanda juga owghh… diah ingin merasakan lebih, buat diah kelua, harus keluar kanda sayang owghh….. racaunya

Ku masukan jari tengah kedalam vagina Ibu, dengan jempol yang selallu mencoba meraih klitorisnya ketika jari tengahku masuk tapi ketika jari tengahku nkeluar jangkauan jempolku tak sanggup meraih klitorisnya. Lidahku bermain-main di bagian vagina yang dekat dengan anusnya. Aku sangat menikmati momen ini , ditambah lagi keberadaan Ayah yang sangat aku benci ini berada di sini.

owghh… kakanda nakal sekali berani-beraninya mengocok tempik ibu kanda dihadapan ayah kanda… erghhh… kanda… kanda…. teruskan kanda…. dinda sangat menyukainya, diah sangat menyukainya teruss buat tempik diah keluar banyak… dinda ingin kanda buat tempik diah muncrat… dinda sayang kanda owghh… kandaku aryaaaa….. racaunya yang mulai terlihat nakal

Semakin cepat aku mengocok jari tengahku yang sedikit aku tekuk agar mampu menyentuh bagian G-Spotnya. Desah nikmat dan racaunya semakin menjadi-jadi. Aku semakin bersemangat menjalani hukuman dari Ibu.

kanda… Diah mau keluar… kanda… owghhh…. jari kanda bikin tempik diah enak owghhh…. terus kanda terus lebih cepat… buat tempik ibumu muncrat kanda,,, owghhh erghhhh… ah ah ah… anakku tempik ibumu nak, argghhhh kamu apakan owghh terus naaaaakkk owgh….

arya kamu erghhh buat ibumu ngecrot owgh…. egh egh egh egh egh egh teriaknya

Beberapa kali tubuhnya menggelinjang, melengking. Aku berhentikan kocokanku dan memperhatikan wanita keturunan jepang dengan kebaya seksinya ini menikmati puncak kenikmatan. Kepalanya kemudian jatuh diperut Ayah, cairannya aku tampung di telapak tangan kananku sedikit ada yang menetes di wajah Ayahku. Nafas ibu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ibu rasakan. Suara deru nafasnya sangat keras, terdengar olehku.

esh esh esh kanda sekarang masukan, buat Ibumu ini bisa meraskan nikmat lagi, diah ingin merasakannya lagi disini, masui tempik ibumu nak… cepathhh aahhhh perintahnya

Dindaku sayangku cintaku… erghhhh…. ucapku sembari memposisikan diriku tepat di belakang Ibu dan kemudian memasukan dedek arya yang sudah on kembali ke sarang tercintanya

Arghhh… kanda….. kontol kanda masuk ke tempik diah ibumu ini, dorong kanda erghhh…. terus… dinda suka sekali kontol kanda owghhh…. ucapnya sambil kepalanya mendongak keatas

iya diah, kontol arya senang sekali, owghhh sempit sekali dinda… rawat terus buat kanda…jangan berikan pada laki-laki lain selain kanda… kontol arya masuk ke tempik ibu, nikmat sekali diaaaaaahh racauku yang sangat bahagia sekali

erghh… iya kontol kanda masuk ke tempik ibu, nikmat sekali kanda… owgh… terus goyang lebih cepat kanda… buat dinda terbang dengan kontol kanda… erghhh… terus ah ah ah ah …. erghhhh… racaunya

Aku semakin cepat menggoyang, kedua tanganku berpegang pada pinggulnya. Suara persatuan bersatunya kelamin kami sangat keras terdengar, plek plek plek plek plek plek. Kedua taanganya sudah tak mampiu lagi menahan tubunya, Ibu ambruk lagi namun aku tetap menggoyang pinggulku dengan tem[o semakin cepat, dedek arya keluar masuk di vagina ibu.

Erghh… kanda… setubuhi ibu kanda, kenthu ibumu lebih keras di hadapan ayahmu… terus kanda.. owghhh… kontol kanda, dinda suka kontol kanda… besar kuat dan arghhhh… menyentuh rahim dinda ibumu ini owghhh… arghhh…. erghhhh… dalam sekali… kontol kanda memenuhi tempik ibu arghhhhh….

iya akan kanda penuhi tempik ibu dengan kontol anakmu, ah ah ah ah… kanda suka tempik ibu, arya suka tempik ibu, anakmu suka tempik ibu… owghhh… ibu aku cinta kamu bu…..kanda cinta dinda diah… racauku

owghh… kanda anakku, ibumu juga cinta kamu, asssshhhhh owgh kontol anakku buat aku keluaaaaaaaaaaaaarr….. ucapnya, seketika itu tubuhnya menggelinjang untuk kedua kalinya. Cairannya mulai membasahi batang dedek arya.

istirahat duluhh ash ash ash kanda…. ucapnya. Aku yang semula masih menggoyang kemudian membenamkan dedek arya didalam vagina Ibu dan kudiamkan

Ibu kemudian maju dan terlepaslah batang dedek arya dari vaginanya. Aku masih tetap pada posisiku dan kini ibu memposisikan dirinya tepat di samping Ayah, dia berbaring dan kemudian menyuruhku mengambil posisi di selangkanganya. Lalu aku bangkit dan memposisikan diriku tepat di selangkangan Ibu. posisiku, Ibu dan ayah kini sejajar. Tangan kananya meraih leherku.

Kanda, jangan sungkan-sungkan, tempikku bukan miliknya lagi, cintaku juga bukan miliknya lagi, sekarang semua menjadi milikmu. Masukan anakku… ibu ingin malam ini kita lewati bersama dengan ayahmu. Ayo nak, masukan kontolmu ke tempik ibumu ini yang Cuma ingin kontol anaknya ucap Ibu. kumajukan bibirku dan melumat bibirnya, tangan kanan ibu mengarahkan dedek arya ke vaginanya dan bless…. ku tekan sangat dalam. Tanganku dengan sedikit memaksa mencoba merobek kebayanya namun ditahan.

Ini nanti, tidak ada susu saat ini kanda…. ucap ibu nakal

kapan? Aku pengin nyusu diah… ucapku manja

nanti, sekarang puaskan diah, arya… ucap Ibu

Aku tersenyum dan kemudian menggoyang pinggulku. Dengkuran keras ayah masih terdengar dari awal kami bercinta hingga sekarang. Entah berapa dosis yang diberikan oleh ibu kepada ayah, namun bisa dipastikan overdosis. Kalau ndak bangun bagaimana coba? Bodoh ah! Aku goyang semakin keras, ibu mendesah keras tepat di sampin ayah. Kepalanya menggeleng-geleng ke kanan kekiri merasakan dedek arya menyentuh rahim. Terasa sangat mentok di dalamnya.

Arghhh… mentok arya… kontolmu menthok di tempik ibu owghh… racaunya

diah, mana yang lebih enak diah, punyaku apa punya mahesa? ucapku

punya anakku, punyamu, punya kanda paling enak dan terenak, ternikmat owghhh… buat diah selalu bisa keluar erghhh… aisssshhhh aaaarrrhhhhh esttthhhhhhhh kanda…. kandaku anakku… nikmaaaaaaaaaaaaaaaaathhhh arghhhh…. terus sodok tempik ibumu dengan kontolmu anakku owghhhh….nikmat sekaliiihhh argghhhh…. racaunya

iya sayangku, kontolku masuk dan menyodok tempikmu, aku ngethu ibuku, enak sekali owghhhh… nikmat sekali… tempikmu enaaaaak… aku mau keluar ibu, keluar di tempik indahmu keluar di tempik diaaaaaahhh… arghhh… ucapku

Semakin sering aku menggoyang lebih cepat,semakin terasa kenikmatan gesekan antara dinding vagina ibu dengan kulit dedek arya. membuat aku semakin cepat menggoyang dan semkin cepat untuk merasakan kenikmatan. Sungguh sensasi yang berbeda aku rasakan ketika bercinta di samping orang yang selama ini aku benci.

diah, aku keluar aku hampir keluar owghhhh… ucapku

diah juga sayang, keluar bersama sayangku, kanda aryaaaahhhhh….balasnya

aku keluaaaaaaaaaaaaaaaar……. ucapku. Kuhentakan sekeras-kerasnya ke dalam vagina ibu. tubuh ibu melengking dan mengejang beberapa kali.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Kedua kalinya aku keluar, entah yang keluar sperma atau hanya cairan putih aku tidak tahu. Hanya saja aku bisa merasakan nikmat menjalar di tubuh kami berdua. Kupeluk erat tubuh ibu dan kuciumi seluruh wajahnya. Aroma wangi keringat tubuhnya menyeruak indra penciumanku. Aliran deras nafasnya mengalir di leherku.

terima kasih arya, diah senang banget, kontol kamu bikin diah puas… ssh ssh ssh ssh ucap ibu

arya juga diah…has has has has…ucapku

Lama kami berpelukan mengumpulkan energi yang cukup. Ibu kemudian mendorongku dan aku bangkit, duduk dipinggir ranjang. Kulihat ibu duduk dan mengelap wajah Ayah yang terkena cairan cinta kami berdua di awal pertempuran kami. dambilnya minyak wangi dari meja riasnya dan disemprotkan ke seluruh tubuh ayah. Setelahnya, didekatinya aku.

Kanda, bopong Diah, Diah pengen bobo bareng kanda ucapnya

nanti kalau kesiangan bisa ketahuan diahbalasku

tenang saja, kan bisa dikunci kanda hi hi hi ucapnya. Aku hanya tersenyum, kuraih celana kolorku dan kubopong ibu ke kamarku dengan dedek arya menggantung di selangkanganku. Tak lupa, ibu menyuruhku berhenti sebentar untuk mengunci pintu. Sesampainya di kamar, kurebahkan tubuhnya.

Kanda, ndak pengen nyusu? Tapi diah ndak bisa buka, dibukain kanda ucapnya manja

Diah manja sekali hari ini ucapku

Biar disayang kanda terus hi hi hi ucapnya.

Dengan sekuat tenagaku aku sobek kebaya ibu, kulepas semua yang berada di tubuhnya. Kulepas kaosku, dengan tubuh telanjangku ku peluk ibu dengan sangat erat. kini aku tidur bersama bidadariku. Kucium bibirnya dengan mesra, perlahan ciuman itu turun semakin kebawah. Tepat di susunya aku menyedot kedua susu itu secara bergantian.

Sedot yang kuat, netek yang puas sayang seperti dulu ughhhh…. mmmmmmhhhhh…. ucap Ibu yang kemudian melenguh atas perlakuanku.

Lama aku mengulumi puting susunya layaknya anak kecil. Tubuhku tidak dapat berbohong akan rasa lelah yang datang. Ku posisikan kepalaku berhadapan tepat dengan wajah Ibu dan kemudian aku mencium bibirnya. Setelah puas berciuman aku peluk tubuh telanjang Ibu, namun ibu kemudian membalikan tubuhnya dan membelakangiku

Kanda, kontolnya masih bisa berdiri tidak? ucap Ibu

sedikit tegang diah, mau dimasukan lagi? ucapku

Heem… pengen bobo sambil kontol kanda masuk ke tempin diah ucapnya sambil mengangkat salah satu kakinya

Tanpa komando tambahan aku kemudian mencoba memasukan dedek arya ke vagina Ibu. Dengan segala upaya, kucoba memasukan dedek arya yang sudah setengah pingsan ini kedalam vagina Ibu. semakin sering mencoba semakin bertambah tegang dedek arya dan sleebbbb masuk. Kuturunkan kakinnya dan kupeluk tubuh ibu.

Peluk diah yang erat… ucap Ibu

iya sayangku yang manja… ucapku

mmmm…. suara senyum manjanya

Akupun kemudian terlelap, entah esok mungkin aku akan ijin tidak berangkat. Bagaimana tidak, melihat sikap ibu seperti ini mengalihkan semua konsentrasiku untuk PKL. Pelukanku emakin erat, sambil meremas-remas susunya aku mengecup leher indahnya. Semakin lama perlakuanku semakin lemah, kudengar dengkuran halus ibu. aku pun mulai tertidur….

Pagi menjelang, ku raba-raba tempa tidurku dan tak kudapati tubuh indah yang menemaniku semalam. Dengan mata yang sangat berat aku melihat sekeliiing kamarku. Pandanganku masih rabun, kucoba memandang jam dinding di kamarku. Tak terlihat jelas, aku kemudian bangkit dan mendekatinya

Gila, jam 08:00 aku terlambat! teriakku. Segera aku raih sematponku sebuah BBM. Ku buka BBM terlebih dahulu, dan itu dari Ibu menyuruhku untuk minta ijin terlambat. Segera aku telepon perusahaan, tanpa berpikir panjang aku ijiin untuk terlambat berangkat dengan catatan sampai di tempat PKL pukul 10:30 dikarenakan membantu ibu begitulah alasanku. Setelahnya, aku kupakai pakaianku dan kuraih handuk segera aku turun kebawah dengan masih membawa sematponku. Baru aku sampai di pintu kamarku, sebuah nomor meneleponku.

Hallo, selamat pagi

Hallo papah…. (Eh… mbak echa)

Eh mamah echa he he he…

capek banget ya kemarin Ar? Hi hi hi

Iya mbak, jadinya hari ini bangun kesiangan

Ya sudah, boleh terlambat asal tetap berangkat ya, nanti pas istirahat langsung ke ruanganku

Iya mbak, oia kok keruangan mbak echa?

Aku pake daleman kesukaan kamu ar, hi hi hi (WOW WOW WOW)

iya dech mbak echa, jadi nakal ya?

nakalnya Cuma sama kamu hi hi hi… oia aku mau cerita nanti, pokoknya sekarang istirahat dulu ya persiapan buat nanti hi hi hi dah arya…

Iya mbak tuuuuuuuuuut

Tepuk jidat, hanya itu yang bisa aku lakukan. Bisa-bisa aku memang menjadi Penjahat Kelamin sungguhan, eits tidak bisa, tidak bisa, lha wong dia yang minta bukan aku. Ya sedikit pembelaanlah untuk posisiku sekarang. Kulanjutkan langkahku keluar kamar, hingga ketika aku turun dari tangga aku terdiam sejenak melihat pemandangan di dapur. Aku sangat terkejut pagi itu, ibu hanya menggunakan celemek saja tanpa kaos atau rok .

bu… ucapku

Kok Ibu? balasnya sambil menoleh ke arahku

Eh… Diah, kalau ketahuan? ucapku membenarkan

Sudah tenang saja, dia sudah berangkat kok… ucap Ibu santai, segera aku melangkah ke arahnya dan kupeluk dari belakang

Ini lanjutan tadi malam ya? ucapku sambil mencium leher jenjangnya

bukan, bonus… agar peju sayang tambah ndak keluar

Diah tahu kok, pasti nanti si echa minta lagi jadi biar dia dapat kontol saja tapi ndak dapat peju hi hi hi ucapnya nakal

berarti pagi ini harus dikeluarkan? tanyaku

Harus! kanda harus dikeluarkan, diah ndak peduli kalau kanda tambah loyo, pokoknya si echa harus dapat sisa diah ucapnya dengan wajah sedikit cemberut

jangan cemberut gitu dong sayang, iya dikeluarkan setiap pagi, tapi buatin minuman kuat ya kalau pagi habis keluar, kasihan kanda nanti PKL-nya gimana? ucapku memohon

Iya, pastinya kanda, asal bangun pagi setor dulu ke diah baru dibuatin ucap Ibu

pasti diah ibuku sayang cup cup cup… ucapku sambil mencium dan mengendusi leher jenjangnya

Ughh… kanda… emmmm… kanda mau apaaaahhh aarghhhhhh…. desah Ibu

ingin kenthu kamu sayang… ucapku pelan di dekat telinganya

emmmhhh… Cuma itu kanda? Kuno egghhh bangethh…. tantang Ibu yang sedikit membuatku berhenti di tengkuk lehernya, hmmm… kelihatanya memang harus sedikit nakal.

Anakmu ini pengen ngenthu kamu bu, pengen ngecrot di wajah Ibu, pengen nusukin kontol di tempik kamu bu mmmmm slurpp… ucapku sambil mengulum sedikit kupingnya

Ibu juga pengen kamu kenthu sayang, ayo anakku masukin kontol kamu di tempik Ibu mmmhhhhh ucap Ibu sambil mendesah

Sejenak aku peluk erat tubuh Ibuku, kemudian kedua tanganku mulai meremas kedua susu besarnya itu. Remasan-remasan halus dan kecupan mesra di tengkuk lehernya membuat ibu menggelinjang kenikmatan. Kedua tanganku kemudian menyusup ke dalam celemek yang menutupi susunya itu dan kukeluarkan susunya dari samping celemeknya. Kini celemeknya berada di tengah-tengah susu ibu. kuremas lebih kuat susunya, remasanku semakin maju kedepan hingga pada puting susunya. tepat diputing susunya, kupelintir puting susu Ibu dengan jempol dan jari-jariku.

Argghhhh… anakku… ergghhh… terus sayang pelintir sesukamu sayangku… mmmhh… remas lebih kuat… ucap Ibu dengan tangan kanannya menarik kepalaku untuk mendekat ke wajahnya dan slerrp… slerrpp… kami berciuman.

kamu suka susu ibu nak, erhhhh… mainkan mainkan sesukamu tubuh ini milikmu nak owghhh… ucap Ibu

Ya bu, aku suka, Ibu semalam lupa memberikan servis ke kontolku dengan susu ibu yang besar dan montok ini, susu ini harusnya juga menghukum kontol arya semalam ucapku nakal

Kalau begitu ergghh… pelan sayang… oufthhhh… sekarang hukum ibumu nak, tubuh ibu akan servis seluruh tubuhmu ucap Ibu, aku yang dibelakang tersenyum senang.

Aku memang sedikit suka ketika ibu nakal, tapi mungkin untuk pagi ini karena aku lebih suka ngenthu ibu yang anggun dan penurut. Tangan kananku kemudian turun dan menyibak kain yang menutupi selangkangannya. Perlahan jari tengahku mendekati vagina indah milik ibu, dari bagian atas vaginanya jari tengahku mencari-cari klitorisnya. Lama jari-jariku menguak vagina ibu, dan hap dapat. Langsung aku mainkan melodi jariku di klitorisnya.

erghhh…. rintih ibu ketika jari-jariku memainkan klitorisnya, kini ibu bertumpu pada tempat piring yang sudah dicuci itu. Tubuhnya hanya bertumpu pada kedua siku tangannya. Kepalanya merunduk melihat kebagian selangkangannya yang sedang di obok-obok oleh jari-jariku

Iya ibu Arya hukum, sekarang ibu ingin apa dari arya ayo bu katakan kepadaku, apa yang ibu inginkan dari anak ibu ini? ucapku memancing Ibu

ibu ingin dikenthu sama anakku… owgghhh… sssshhhhhhh…. ucap ibu dengan kepala yang merunduk dan kemudian menengadah ke atas

kuno ah.. jawabku meniru ucapanya

owghh ibu ingin kontol anak ibu masuk ke tempik ibu, ingin merasakan peju kamu diwajah ibu erghhhh… ingin disodok kontolmu terus aryaaahhh arggghhhhh… racaunya

suka ya kontol anakmu ya bu? ucapku nakal

suka suka kontol arya aissshhhhhhhhh esh esh esh terus masukan jari kamu kocok tempik ibu kocok tempik diah kandahhh owghhhh… racaunya

arggggggggghhhhhhhh….. teriak ibu yang kemudian tubuhnya mengejang beberapa kali terasa cairan hangat mengalir di jariku dan di sela-sela paha ibu.

Aku kemudian mundur dan memandang Ibu yang setengah badannya berada di tempat piring yang telah dicuci itu. Ku amati tubuhnya yang putih dan indah, segera aku lorotkan celanaku. Ku pandangi lagi pemandangan indah itu, tuuh indah itu masih tersengal-sengal menikmati sisa-sisa kenikmatan. Aroma cairan kenikmatan ibu menusuk hidungku ditambah lagi aroma keringatku yan gbercampur dengan ibu menambah nafsuku semakin menggebu-gebu. Aku harus menghukumnya, he he he

PLAK PLAK PLAK kutampar bokong bundar nan indah itu setelahnya aku langsung duduk di kursi yang aku hadapkan ke arah ibu

argh… uwh… iya kanda sayangucap Ibu sambil menoleh kebelakang

Ayo… sini cepat sayangku, hukumannya belum selesai ucapku sambil mengelus-elus dedek arya

Iya kanda, maafkan dinda ya sayang ya ucap Ibu yang kemudian beranjak ke arahku dan langsung memposisikan dirinya bersimpuh di selangkanganku

sandarkan kepalamu di pahaku, kecupi kontolku dan jilati juga…

Oia dinda ibuku, tolong perlakukan kontolku seperti permen ya dinda dan jadilah wanita yang suka memuaskan kontol anakknya ucapku nakal

iya kanda anakku.. cup cup cup ucap ibu sambil mengecup dedek arya dari samping kiriku sehingga pemandangan itu terlihat seperti seseorang yang makan sate namun ini di kecup dan dijilati

PLAK ku tampar pahanya

Ehh… ada apa kanda anakku, apakah dinda ibumu ini ada salah? ucap Ibu

Kalau lagi memainkan kontol pandangi mataku dinda ibuku ucapku, ibu hanya tersenyum dan kemudian mengecupi dan menjilati dedek arya sambil berpandangan denganku

Aku yang duduk dengan gagah, kedua pahaku terbuka lebar serta seorang wanita cantik sedang memainkan kelaminku, dedek arya. pemandangan ini sungguh indah, ditambah aroma keringat kami berdua. Ku elus perlahan kepala Ibu dengan tangan kiriku dan punggung tangan kananku mengelus-elus pipinya.

Sudah puas apa belum dinda? ucapku, kepalanya mengangguk

PLAK kutampar lagi paha kirinya pelan

Ingat jawabannya harus belum puas terus sekalipun nanti kamu keluar terus sayang, karena ibu sedang dihukum ucapku dengan tersenyum, Ibu hanya mengangguk

Sudah puas?ucapku kembali dan ibu hanya menggeleng hanya aku balas dengan senyuman kepadanya

Sekarang kulumin dan jilatin pake lidah ya sayangku perintahku

Iya kanda, dinda kulumin ya kontolnya ucap Ibu

Ibu kemudian merubah posisinya bersimpuh di hadapanku, dibukanya mulut Ibu. dimasukannya perlahan dengan lidah menjulur kedepan terlebih dahulu. Sebelum masuk, lidahnya bermain-main di lubang dedek arya. sensasi yang sangat luar biasa bagiku, melihat Ibu sedang memainkan lidahnya di dedek arya. kulihat Ibu tersenyum walau mulutnya sedikit terbuka. Dimajukannya perlahan kepalanya dan masuklah dedek arya ke dalam mulut ibu. kepalanya kemudian maju mundur mengulum batang dedek arya, lidahnya menyapu-nyapu batang dedek arya setiap kali kepalanya maju mundur.

Argghhh… bu kontol anakmu terasa nikmat sekali, lebih kuat bu sedotannya, ayo dinda di sedot lebih kuat lagi rintihku sambil mendongakan kepalaku

Sedotan Ibu semakin kuat membuat aku kelojotan dan merintih nikmat. Kepalanya kemudian maju mundur dengan lebih cepat lagi, sehingga membuat batang dedek arya merasakan nikmat luar biasa. Kadang kuluman itu dilepas dan lidahnya bermain sebentar di ujung penis tepatnya di lubang kencing dedek arya, setelahnya dimasukan lagi. Aku merasa tidak kuat dengan kuluman Ibu kemudian mengehntikannya dengan memegang kepala Ibu. ku bangkitkan Ibu dan kuposisikan menungging dengan separuh tubuhnya berada di meja makan. Ku buka bongkahan pantat Ibu dan perlahan kumajukan dedek arya ke dalam vaginanya. Tepat di depan mulut vaginanya kumainkan sebentar

Owghh…. kanda, capat masukan dinda sudah tidak tahan lagi kanda owghhh… ucap Ibu

Apanya yang dimasukan yang jelas dong Dinda Ibuku ucapku sedikit nakal

Kontol kanda anakku, kontol anakku, Ibu mohon masukan ke dalam tempik Ibumu nak, Ibu sudah tidak tahan lagi ucap Ibu

Owhhh…. balasku

Egggggghhhh…. rintih tertahan Ibu ketika kuhentakan keras dedek arya ke dalam vagina Ibu

Perlahan aku mulai menggoyang pinggulku. Dimulai dari goyangan pelan hingga akhirnya aku goyang semakin cepat. Tubuh depan Ibu ambruk di meja makan, kedua buah payudaranya tergencet oleh tubuhnya sendiri. Kupegang pinggul ibu dan kupompa semakin cepat.

Arghh…. Ibu tempik ibu sempit, Arya anakmu ini suka tempik Ibu… owghhh…. yah… arya ingin pompa terus tepikmu bu racauku

Assshh… terussshhh nak, terus pompa tempik ibu dengan kontolmu owghhh…. masukan lebih dalam lagi kanda… dinda suka kontol kanda masuk ke tempik dinda… ah ah ah ah nikmathhhh kandaaaahhh nikmat sekali kontol kanda anakku owhhh… yah terush buat ibu keluar… owhhh… yah terus sayangku… begitu… kocok lebih keras owghh dan lebih aaaahhhhhhh dalam lalgi ohhh… ya terus sayangku terussshhhh…. racaunya semakin nakal

Owhhh… kontolku mentok di tempikmu bu owhh… nikmat sekali… yah aku akan terus memompa tempik Ibu owh… nikmat sempit dan menjepit bu owhhh tempikmu nikmat… racauku

Setiap kali goyangan kata-kata nakal keluar dari mulut kami berdua. Kami sudah tidak lagi peduli dengan tetangga jika mendengar teriakan kami. Mendengar? Mana mungkin mereka mendengarnya perumahan ini adalah perumahan yang sepi di pagi hari, kalaupun ada orang mereka juga tidak akan mendengarnya ha ha ha. Lama kami bersetubuh, aku kemudian memeluk tubuh ibuku dari belakang. Terasa spermaku mulai berkumpul di ujung dedek arya.

Owhhh bu… pejuku mau keluar, peju anakmu mau keluar di tempikmu owhhh… aku ingin keluar di tempikmu bu yaahhhh owhhh sssshhhh cup cup cup… slurpp slurrp slurrrp ucapku sambil mengecupi punggungnya dan menjilatinya

keluarkan pejumu di tempikku sayang, keluarkan yang banyak jangan sisakan untuk yang diluar arghhhh owh owh owh owh … sirami tempik ibu dengan pejuhmu… ibu juga mau keluar lebih keras lagi owghhh lebih dalam lagi yaahhh begitu lebih keras dan lebih dalam lagi kanda sayangku owhhh…. racaunya yang membuat aku semakin mempercepat pompaanku

Anakmu keluar yahh… keluar di tempikmu bu aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…. ucapku sambil memeluk erat tubuh ibu

Ibu juga anakku kandaaaaaa aaaaaaaaaaaaa…. egh egh egh egh ucap ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Cairan kenikmatan kami bersatu, tubuh kami mengejang bersamaan. Aku peluk tubuh ibu dengan erat, mencoba mengatur nafas begitupula dengan ibu. lama kami berpelukan, ibu kemudian sedikit mendorong tubuhku untuk berdiri, aku pun berdiri. Ibu berbalik dan kemudian memeluk tubuhku dengan erat. kukecup keningnya.

bu… susunya belum nyervis, hukumannya berarti belum selesai sampai has has has susu ibu servis kontol arya ucapku

iiih nakal kamu, masa ibu suruh servis kontol kami terus ucap ibu

haru to ya… hukumannya selesai kalo servis susu ibu sampai ke kontol arya ucapku nakal

Iya sayang, mmmm nikmat banget tubuh kamu hangat sekali sayang ucap Ibu

tubuh Ibu juga…balasku

Lama kami berpelukan, tak membuat kami lupa akan waktu. Ibu segera menyuruhku mandi untuk segera berangkat ke tempat PKL. Setelah aku mandi begitupula dengan ibu aku pamit untuk berangkat PKL. Sebelumnya aku diberikan minuman hangat penguat tubuh. Tepat di garasi, Ibu tiba-tiba mengulum dedek arya dengan paksa. Dengan paksa pula ibu memposisikan aku rebah di lantai garasi. Dengan gerak cepat, dimasukannya dedek arya ke dalam liang vaginanya untuk kedua kalinya di pagi hari ini hingga ibu klimaks dan aku kentang. Ibu melepaskan dedek arya dan memasukannya kembali ke dalam celanaku.

Bu, kalau gini arya harus mandi lagi dong protesku

ndak usah, biar yang dikantor kamu itu dapat bekas ibu hi hi hi ucap Ibu

yaelah.. segitunya bu bu ucapku

hush, nurut sama ibu atau ibu ndak mau dihukum lagi atauuuuu kamu ibu hukum lagi tapi lebih berat? ucap ibu

iya bu, hukuman ibu seperti tadi malam saja bu jangan lebih berat lagi he he he ucapku

Kami kemudian berpelukan dan saling melumat bibir. Setelahnya aku pamit dan berangkat menuju tempat PKL. Sesampainya di tempat PKL aku mengobrol sebentar dengan pak satpam, tepat pukul 11:25 aku langsung menuju ke ruangan mbak echa. Disambutnya aku dengan senyuman, dan kemudian dengan bahasa isyarat tangannya aku di suruh untuk mengunci pintu ruangannya. Dengan isyarat tangannya pula, aku disuruh mendekatinya pula. Kini posisiku tepat disamping mbak echa.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.